antibiotik yang aman untuk ibu menyusui

Berikut Daftar Antibiotik Yang Aman Untuk Ibu Menyusui

Antibiotik banyak digunakan secara luas oleh ibu menyusui. Namun, antibiotic memiliki efek samping dan dampak yang membahayakan jika ibu mengonsumsinya secara berlebihan. Antibiotik dapat bereaksi membahayakan terhadap anda dan ASI yang akan dikonsumsi oleh buah hati anda. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi antibiotik yang aman untuk ibu menyusui dan gunakan antibiotik jika terdapat indikasi yang jelas.

Sebenarnya, prinsip utama pengobatan wanita menyusui adalah apakah pengobatan tersebut tepat dan tidak membahayakan. Terdapat beberapa antibiotic yang boleh dan aman dikonsumsi bagi anda yang sedang dalam proses menyusui.

Apa saja jenis antibiotik yang aman untuk ibu menyusui? Simak ulasannya dibawah ini.

1. Amoxicillin

Antibiotik yang pertama yang aman untuk ibu menyusui adalah antibiotic dari golongan penicillin yaitu Amoxicillin. Amoxiciilin adalah antibiotic yang paling sering diproduksi dan digunakan masyarakat luas untuk membasmi bakteri yang menyebabkan sakit gigi dan sakit tenggorokan.

Amoxicillin hanya berguna untuk mengatasi infeksi bakteri sehingga tidak diperuntukan untuk mengatasi infeksi virus seperti flu. Obat atau sediaan farmasi ini membunuh bakteri dengan cara menghambat pembentukan sel dinding pada bakteri.

Amankah amoxicillin untuk ibu menyusui?

Selama ini amoxiciilin tidak menunjukan efek berbahaya yang berarti jika masih dalam dosis tepat. Oleh karena itu, antibiotic ini cukup aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Namun, jika ada gejala yang timbul akibat mengonsumsi Amoxiciilin, segera konsultasikan dengan dokter.

Hal ini dikarenakan mengkin anda memiliki reaksi alergi terhadap antibiotic ini. Merek dagang yang mengandung amoxicillin adalah Opimox, Amoxsan, Kalmoxillin, Pehamoxil, dan masih banyak yang lainnya.

Ada beberap peringatan yang harus diwaspadai ketika ibu menyusui mengonsumsi amoxicillin. Jika ibu menyusui sedang menjalani vaksin, sebaiknya ibu memberitahu kepada dokter. Amoxicillin dapat menghambat kerja vaksin. Jika ibu menyusi dicurigai mengalami gangguan ginjal atau demam kelenjar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Kemudian, dosis penggunaan amoxicillin untuk berbagai kondisi tentunya berbeda-beda.

Untuk abses gigi, dosis amoxicillin untuk ibu menyusui adalah 3 gram dan diulang setiap 8 jam sekali. Untuk kondisi infeksi saluran kemih, dosis amoxicillin adalah 3 gram dan diulang setiap 10-12 jam sekali. Untuk infeksi akibat bakteri H.pylori, dosis amoxicillin adalah 750-1000 mg/hari. Jika ibu menyusui mengalami infeksi gonore, dosis amoxicillin yang dianjurkan adalah 3 gram/hari.

2. Cefixime

Antibiotik yang aman untuk ibu menyusui lainnya adalah Cefixime. Cefixime termasuk antibiotic golongan Sefalosporin yang tidak menimbulkan dampak buruk atau kecacatan bagi ibu menyusui dan anaknya. Cefixime adalah antibiotic yang berguna untuk mengobati infeksi yang diakibatkan oleh bakteri. Cara kerja obat atau sediaan farmasi ini adalah menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga akan menghambat pertumbuhan bakteri.

antibiotik yang aman untuk ibu menyusui

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat ditangani oleh Cefixime adalah infeksi telinga, bronchitis, sakit tenggorokan, infeksi saluran kemih, pneumonia, dan radang amandel. Merek dagang yang mengandung Cefixime adalah Cefilam, Cefarox, Cefacef, Anfix, Fiphar, Yafix, Starcef, Pyxime, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi Cefixime. Jangan konsumsi cefixime untuk ibu menyusui jika anda memiliki alergi terhadap antibiotic ini dan antibiotic golongan sefalosporin lainnya. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi cefixime jika ibu menyusui memiliki riwayat gangguan ginjal atau radang usus besar.

Selain itu, beritahukan dokter jika ibu menyusui sedang mengonsumsi obat lain seperti suplemen dan herbal. Dosis yang biasanya dianjurkan dokter untuk cefixime adalah 200-400 mg/hari.

3. Cefadroxil

Cefadroxil adalah antibiotic golongan sefalosporin yang merupakan antibiotik yang aman untuk ibu menyusui. Studi pada binatang hamil menunjukan bahwa cefadroxil aman digunakan namun antibiotic ini belum digunakan untuk wanita hamil. Cefadroxil adalah antibiotic berspektrum luas untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Infeksi yang dapat ditangani oleh cefadroxil aman untuk ibu menyusui adalah infeksi saluran kemih, pernafasan, tenggorokan, dan kulit.

Cefadroxil bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dinding sel bakteri sehingga bakteri tidak akan bertahan hidup. Karena cefadroxil adalah antibiotic yang hanya mengatasi infeksi akibat bakteri, antibiotic ini tidak dapat mengatasi infeksi akibat virus seperti flu pada ibu menyusui. Merek dagang cefadroxil yang beredar di pasaran adalah Cefat, Ancefa, Lapicef, Lostacef, Opicef, Opicef Forte, Yaricef, dan masih banyak yang lainnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu menyusui dalam mengonsumsi cefadroxil. Beri tahu dokter atau berhati-hati jika ibu menyusui pernah mengalami alergi terhadap antibiotic lainnya. Ibu menyusui harap berhati-hati dalam mengonsumsi cefadroxil jika mengalami gangguan ginjal. Biasanya, dosis yang dianjurkan oleh dokter adalah 1-2 gram/hari selama 5-10 hari. Dosis maksimum adalah 4 gram/hari.

4. Eritromisin

Eritromisin adalah antibiotik yang aman untuk ibu menyusui yang masuk kedalam jenis makrolida. Antibiotik ini berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri pada lambung dan ginjal. Beberapa ibu menyusi yang mengonsumsi eritromisin tidak menunjukan efek samping yang berbahaya. Namun, ibu menyusui perlu mengonsultasikannya pada dokter sebelum mengonsumsinya.

Eritromisin bekerja dengan cara menghambat sintesis dari protein bakteri. Terdapat beberapa manfaat antibiotic eritromisin untuk ibu menyusui. Eritromisin dapat mengatasi infeksi pada saluran pernafasan ibu menyusui. Biasanya yang merupakan infeksi saluran pernafasan adalah bronchitis, faringitis, laryngitis, tonsillitis dan berbagai macam jenis infeksi saluran pernafasan lainnya.

Selain itu, eritromisin juga dapat mengatasi infeksi telinga, mata, kulit, jaringan lunak lainnya dalam tubuh, dan juga saluran pencernaan.

Antibiotik Yang Tidak Aman Untuk Ibu Menyusui

Selain terdapat antibiotic yang aman untuk ibu menyusui, ada juga antibiotik yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui. Antibiotik dibawah ini memberikan efek samping yang berbahaya bagi ibu menyusui dan anak yang meminum ASInya. Obat yang dilarang untuk ibu menyusui yang pertama adalah Aminoglikosida.

Aminoglikosida memiliki efek samping pada ibu menyusui berupa berkurangnya pendengaran dan bahkan gangguan ginjal. Antibiotik kedua yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil adalah tetrasiklin Tetrasiklin dapat merusak hati, gigi, dan tulang.

Jenis antibiotic lainnya yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui adalah Metronidazol. Antibiotik ini biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi vagina, kulit, dan pernafasan. Namun, ternyata Metronidazol dapat mempengaruhi jumlah produksi ASI pada ibu menyusui.

Antibiotik yang tidak boleh untuk ibu menyusui lainnya adalah Ciprofloxacin. Ciprofloxacin dapat keluar dari ASI dan akan mempengaruhi anak anda. Adapaun efek samping yang timbul akibat ciprofloxacin untuk ibu menyusui dan anaknya adalah diare, ruam popok, rasa tidak nyaman pada perut, dan kembung.

Itulah ulasan mengenai antibiotik yang aman untuk ibu menyusui. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat ketika anda sedang menyusui. Lihat terlebih dahulu jenis obatnya dan cari tahu informasi apakah obat atau antibiotic itu aman untuk dikonsumsi ibu menyusui.

Jika kondisi kesehatan anda tidak darurat, sebaiknya hindari pemakaian antibiotic. Namun, jika memang anda terpaksa untuk mengonsumsinya, anda bisa pergi ke dokter atau dokter kandungan untuk mengetahui apakah antibitik tersebut aman atau tidak. Ketahui juga cara menurunkan panas pada bayi jika buah hati anda mengalami demam. Cara menurunkan panas pada bayi penting untuk diketahui untuk keselamatan buah hati anda.

No Responses

Write a response