induksi laktasi

Induksi Laktasi, Ibu Bisa Menyusui Bayi Adopsi

Apa itu induksi laktasi? Bagaimana cara kerjanya, teknik, dan keuntungannya? Semua ibu pasti ingin menyusui bayinya. Hal itu pula yang dirasakan oleh ibu yang memiliki anak melalui proses adopsi. Namun, tanpa hamil dan proses persalinan, tidak mungkin ASI akan keluar dengan sendirinya.

Menurut Elizabeth LaFleur, R.N, menyusui tanpa hamil atau melahirkan sebelumnya mungkin saja terjadi. Dengan induksi laktasi (IL), ibu adopsi dengan keinginan untuk menyusui anaknya pun bisa menjadi suatu kenyataan.

Umumnya, produksi ASI dipicu oleh 3 hormon, yaitu HPL (Human Placental Lactogen), progesterone, dan estrogen selama berbulan- bulan terakhir kehamilan. Setelah melahirkan, hormon prolactin meningkat dan kadar progesterone dan estrogen turun drastis untuk mempersiapkan proses menyusui.

Keberhasilan induksi laktasi anda akan tergantung bagaimana anda bisa meniru proses tersebut. Untuk lebih jelasnya, anda bisa menyimak ulasan berikut.

I. Pengertian Induksi Laktasi

induksi laktasi

IL adalah teknik merangsang keluarnya ASI pada ibu yang telah lama sekali tidak menyusui dan pada ibu yang belum pernah menyusui. Hal ini semakin populer dilakukan mengingat tingkat kesadaran ibu yang semakin tinggi terhadap manfaat air susu ibu dan pentingnya menyusui anak.

ASI adalah cairan yang istimewa. Walaupun susu keluar dari payudara ibu, produksi sebenarnya dijalankan oleh otak. Semakin besar dan sering rangsangan dilakukan, otak akan mengusahakan cara mengeluarkan ASI tanpa hamil dan melahirkan.

II. Cara Kerja Induksi Laktasi

induksi laktasi

Hal yang perlu anda ketahui adalah dua jenis hormon yang mengatur soal laktasi, yaitu ocytocin dan prolactin adalah hipofisis atau kelenjar pituitari. Kelenjar ini dirangsang oleh hipotalamus dan bermanfaat untuk mengontrol semua kerja hormonal. Ocytocin dan prolactin tidak ada sangkut pautnya dengan hormon ovarium. Oleh karena itu, walupun wanita mengalami histerektomi, ia masih bisa menyusui asalkan kondisi kesehatannya bagus.

Untuk sekedar info, estrogen yang ada dalam pil KB adalah penekan laktasi. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak mengonsumsi pil KB atau pil pengontrol kehamilan jika anda ingin menyusui si kecil. Baik oksitosin yang merupakan hormon pelepas susu dan prolactin yang merupakan hormon pembuat susu sama- sama diproduksi sebagai rangsangan pada puting.

Dewasa ini, banyak wanita yang lebih memilih terapi hormon supaya payudaranya tetap mengeluarkan ASI. Namun, sebagian wanita lebih memilih IL dengan menstimulasi dirinya sendiri. Misalnya, manipulasi puting, memijat payudara, dan menghisap payudara baik dengan alat bantu laktasi berupa pompa payudara elektrik maupun mulut bayi.

Terapi hormon untuk IL terdiri dari pengambilan estrogen. Hal ini dimaksudkan untuk mensimulasikan level estrogen yang tinggi selama masa kehamilan. Estrogen tersebut kemudian dihentikan untuk meniru perubahan hormon yang mendadak senjelang persalinan. Dokter biasanya meresepkan metaclopromide (Reglan) yang mampu meningkatkan prolactin. Baru setelah itu, anda bisa menstimulasi payudara dengan cara dipompa atau membiarkan si kecil menghisap puting anda.

Produksi ASI biasanya terjadi antara minggu ke-1 hingga ke-4 setelah stimulasi dilakukan. Menurut studi mengenai IL yang dilakukan tahun 1994 dan dipublikasikan oleh The Journal of Tropical Pediatrics, IL yang menggunakan obat- obatan sebagai penunjangnya akan mebuat payudara menghasilkan ASI antara 5-13 hari. Penelitian tersebut sama dengan IL yang dilakukan dengan cara menyusui anak adopsi dengan stimulasi puting.

Awalnya, ibu akan merasakan ASI menetes walaupun hanya beberapa tetes saja. Selama proses produksi ASI, anda mungin akan mendapati puting anda berubah warna. Payudara pun terasa lunak dan penuh.

III. Kapan Proses Ini Dilakukan?

IL biasanya dipersiapkan jauh sebelum bayi adopsi lahir. Calon ibu adopsi bisa melakukan beberapa gerakan stimulasi dengan memerah ASI 6 sampai 8 kali sehari dan pijat laktasi.

Keuntungan stimulasi awal ini adalah membangun rasa keibuan pada calon ibu. Langkah ini memberikan sugesti bahwa para ibu siap untuk menyusui asi bayi adopsi. Skin to skin contact penting untuk dilakukan ketika bayi baru saja lahir. Bayi tersebut langsung melakukan IMD (Inisiasi MNenyususi Dini) pada ibu adopsi.

IV. Teknik Induksi Laktasi

induksi laktasi

Ada banyak teknik untuk membantu IL dan produksi ASI tetap berjalan. Pertama, lakukan stimulasi pada kedua payudara anda selama kira- kira 100 menit per-hari. Anda bisa memulainya dengan sesi singkat, missal 5 menit. Kemudian, anda dapat meningkatkan durasinya hingga 15-20 menit sebanyak 8-12 kali sehari untuk setiap payudara. Hal ini termasuk sekali pada malam hari.

Semakin cepat produksi ASI jika semakin sering payudara distimulasi. Bayi baru lahir rata- rata menyusu setiap 2 jam sekali sebanyak 10 hingga 12 kali sehari.

Kedua, Keluarnya ASI bisa dilatih dengan cara mendengarkan tangisan bayi, mendengarkan music yang menenangkan, menyusui atau memompa ASI, atau dengan memikirkan bayi anda. Semua hal itu bisa membantu stimulasi produksi susu. Semantara, stress dapat berdampak pada keluarnya ASI dengan cara menggangu keseimbangan hormon.

Ketiga, mengonsumsi suplemen herbal atau obat- obatan yang dapat menambah produksi ASI pun dapat anda lakukan. Selain itu, mengonsumsi oatmeal setiap hari atau beberapa kali seminggu dapat menambah suplai ASI anda. Keempat, melakukan akupuntur pun dapat meningkatkan suplai ASI. Ini biasanya bekerja dengan cara sekresi hormone prolactin.

Kelima, jangan abakikan support system di sekeliling anda. Mempunyai keluarga dan teman yang bisa mendukung anda adalah hal yang penting. Anda akan menghadapi banyak tantangan menjadi ibu adopsi yang sedang mengusahakan IL. Bisa berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari orang- orang sekeliling anda adalah hal yang berharga.

V. Keuntungan Induksi Laktasi bagi Ibu dan Bayi

induksi laktasi

Salah satu keuntungan IL adalah ikatan batin antara ibu adopsi dan bayinya. Selain itu, bayi akan tercukupi pemenuhan zat- zat gizi yang terkandung dalam ASI. Kemudian, bayi akan mendapatkan manfaat ASI yang tidak pernah bisa ditiru oleh susu manapun termasuk susu Formula. ASI mengandung zat anti-alergi dan sel-antibodi yang akan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

Di samping itu, menyusui akan memberikan stimulasi untuk perkembangan emosional sang bayi. Di lain sisi, dalam agama Islam, bila ibu adopsi menyususi bayi yang diadopsinya, orang tua akan menjadi mahram bagi sang bayi. Mengenai biaya IL, beberapa klinik biasanya mengenakan biaya induksi laktasi yang berbeda- beda mulai dari Rp50.000 hingga Rp60.000 per konselingnya.

Demikianlah induksi laktasi agar ibu bisa menyususi bayi adopsi. Selain menyediakan ASI yang cukup untuk bayi yang akan anda adopsi, ketahui pula penyakit pada bayi agar anda bisa melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan ketika si kecil sakit nantinya. Selain itu baca juga 5 resep masakan agar anak nafsu makan. Ketahui pula tanda-tanda bayi sedang tidak sehat untuk menambah wawasan anda dalam merawat buah hati anda.

No Responses

Write a response