mitos kehamilan

Kupas Tuntas Mitos Kehamilan Part 2

Momen kehamilan adalah sebuah awal kehidupan baru yang tentunya menimbulkan beragam tanya dan mitos seputar kehamilan. Mitos kehamilan telah banyak beredar di masyarakat. Bahkan, keberadaannya telah menjadi patokan bagi banyak orang dalam aktivitasnya sehari-hari. Selain itu, banyak mitos yang bersifat turun temurun.

Pasti banyak ibu yang hamil pernah mendengar berbagai macam petuah dari orang sekeliling terutama orang tua. Sehingga banyak ibu hamil yang terlanjur mengaplikasikannya. Padahal kebanyakan mitos seputar kehamilan tidak terbukti secara ilmiah. Seharusnya ibu hamil mengetahui mana mitos atau fakta seputar kehamilan agar tepat menerapkannya.

Terdapat banyak hal seputar kehamilan yang ibu hamil perlu ketahui. Untuk mencari tahu beberapa mitos yang telah berkembang di masyarakat dan apa fakta di baliknya, ibu hamil bisa menyimak mitos VS fakta dalam ulasan berikut.

Ingat, jangan terjebak dalam mitos kehamilan yang tidak benar ya!

1. Mitos Larangan Mandi

Ada mitos kehamilan yang beredar bahwa ibu tidak boleh mandi. Salah satu mitos yang dilarang saat hamil ini dipercaya akan membuat kotoran dalam air dan kotoran dari tubuh ibu meresap kedalam tubuh dan mengkontaminasi janin.

mitos kehamilan

Faktanya?

Janin akan terlindungi selaput lendir yang membungkus Rahim. Oleh karena itu, kotoran tidak akan sampai ke janin. Meskipun sedang dalam masa kehamilan, ibu hamil bisa mandi dengan air asal memiliki suhu yang sejuk. Selain itu, ibu hamil cukup mandi 2 kali sehari yaitu pagi dan sore. Jika ibu hamil sering merasa kepanasan, sebaiknya ibu berada di ruangan yang tidak panas dan memakai baju yang menyerap keringat.

Namun, pada masa kehamilan, mandi memang memerlukan perhatian yang khusus. Hal ini dikarenakan kulit ibu banyak mengalami perubahan. Antara lain yaitu munculnya garis-garis merah pada kulit abdomen terutama pada trimester kedua dan ketiga. Penyebabnya adalah otot-otot abdomen yang tidak kuat menahan regangan. Hasilnya otot-otot rektus terpisah di bagian tengah dan menimbulkan hiperpigmentasi dengan lebar yang berbeda-beda disebut Linea Nigra. Selain itu, muncul juga Striae Gavidarum yang merupakan guratan putih memanjang yang berpola tidak beraturan.

2. Mitos Minum Air Es Bisa Menyebabkan Janin Tumbuh Besar.

Faktanya?

Mitos tentang ibu hamil yang minum es tidak akan membuat janin dalam kandungan tumbuh besar. Namun, beda halnya jika air es ditambah gula, madu, dan sirup yang berlebihan. Kandungan karbohidrat dalam bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan bayi yang lahir memiliki bobot diatas normal.

Selain gula yang berlebihan, bobot janin juga dapat ditentukan oleh asupan nutrisi sang ibu dan juga faktor genetic. Menurut dt Sudung O Pardede, SpA(K), dr Budi Iman Santoso, SpOG(K), dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH, dan Prof Dr Ir Hardinsyah, MS dalam bukunya “Mitos atau Fakta Air Hidrasi” menyatakan bahwa bayi yang lahir dipengaruhi oleh beberapa hal.

Kehamilan lebih bulan, asupan nutrisi, penyakit yang dimiliki oleh ibu hamil, dan genetika juga dapat mempengaruhi besarnya bayi saat lahir. Orang tua yang memiliki badan yang besar, besar kemungkinannya akan melahirkan bayi yang besar. Selain itu, asupan nutrisi yang baik juga akan mempengaruhi perkembangan fisik sang janin. Bahkan, beberapa penyakit tertentu seperti diabetes dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh yang lebih besar.

Jika ibu memiliki darah tinggi, janin yang dikandungnya akan lebih besar dan menyebabkan kelahiran premature dan operasi Caesar. Selain itu, kualitas air dalam ketuban juga dapat mempengaruhi bobot bayi. Jika air ketuban, plasenta, dan janin dalam keadaan bayi, nutrisi yang diserap pun akan lancar. Oleh karena itu, tidak akan ada masalah dengan berat badan bayi.

3. Mitos Ibu Hamil Harus Makan 2 Kali Porsi Lebih Banyak.

Faktanya?

Memang kebutuhan akan kalori bagi ibu hamil akan meningkat daripada sebelum ibu mengalami kehamilan. Namun, hal ini tidak berarti ibu hamil harus makan 2 porsi lebih banyak. Hal yang paling penting adalah ibu hamil harus makan menu dengan gizi seimbang dan lengkap.

mitos kehamilan

Ibu hamil hanya perlu menambah 300 kalori setiap hari yaitu sekitar 2 gelas nasi putih selama 6 bulan terakhir kehamilan. Misalnya, kebutuhan kalori pada ibu hamil 19- 29 tahun adalah 900 kalori ditambah 300 kalori menjadi 1200 kalori. Alih-alih, kelebihan berat badan saat kehamilan akan menyebabkan pre-eklampsia, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Terdapat beberapa kiat yang dapat diaplikasikan ibu hamil untuk menjaga poris makan selama kehamilan. Tips yang pertama, ibu hamil perlu mengontrol pikiran agar menahan nafsu makan yang belebihan. Tips yang kedua, alihkan godaan untuk makan. Perhatikanlah makanan apa yang dapat mengunggah selera makan berulang dan membuat ibu hamil sering tergoda untuk menyantapnya. Misalnya, ibu hamil perlu menghindari penyedap masakan yang dapat membuat ibu ketagihan untuk memakannya.

Tips selanjutnya adalah menyantap makan dengan perlahan. Tahukah ibu bahwa perut memerlukan waktu 10 menit untuk mengirimkan sinyal pada otak bahwa perut telah kenyang? Agar sinyal tersebut tidak terlambat sampai ke otak dan ibu hamil sudah terlanjur mengonsumsi banyak makanan, sebaiknya ibu memperlambat kecepatan makan.

4. Mitos Mengonsumsi Pisang Kembar akan Menyebabkan Ibu Melahirkan Bayi Kembar Siam

Faktanya?

mitos kehamilan

Mitos kehamilan ini berasal dari adat jawa. Bayi kembar siam adalah bayi dengan satu atau lebih organ tubuh yang menyatu. Hal ini murni terjadi akibat perkembangan 1 embrio yang abnormal dan tidak sempurna. Seharusnya embrio akan terbelah setelah 2 minggu masa konsepsi.

Namun, pada kasus kembar siam, pembelahan ini tidak terbelah sempurna dan tidak pada waktunya. Hal ini adalah hal yang serius karena mengingat kasus kematian yang kerapkali diidentikan dengan kasus kembar siam. Untungnya, bayi kembar siam ini dapat terlihat oleh USG. Oleh karena itu, ibu hamil dapat memutuskan apakah akan meneruskan kehamilan atau tidak.

Penanganan untuk kasus kembar siam bervariatif tergantung tingkat keparahan organ tubuh yang menyatu dan apakah ada kelainan lainnya. Namun, kasus kembar siam ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan mengonsumsi pisang kembar yang merupakan mitos adat jawa.

5. Ibu hamil yang Hobi Memakan Daging Berarti Kandungannya adalah Laki-laki sedangkan Hobi Makan Sayur Artinya Bayinya adalah Perempuan.

Mitos kehamilan yang beredar ini menyangkut jenis kelamin bayi. Jika ibu hamil menyukai daging pada masa kehamilan berarti bayi yang dikandungnya adalah laki-laki. Sedangkan jika ibu suka makan sayuran berarti ibu tengah mengandung bayi perempuan.

Ternyata mitos ini tidak benar. Jenis kelamin tergantung kromosom X dan Y pada saat sel sperma dan sel telur bertemu. Dua kromosom dari 46 kromosom adalah kromosom yang menentukan jenis kelamin. Dua kromosom ini dinamakan “XY” pada laki-laki dan “XX” pada perempuan. Pembentukan janin berasal dai penggabungan silang salah satu kromosom tersebut. Pada perempuan, kromosom yang membelah pada masa ovulasi akan membawa kromosom X. Sedangkan, pada laki-laki, sel kelamin akan terbelah menjadi dua yaitu berisi kromosom X dan berisi kromosom Y.

Baca juga : Jenis Antibiotik Untuk Infeksi Saluran Kemih

Ketika kromosom X dari perempuan bertemu dengan kromosom Y pada laki-laki maka akan terbentuk jenis kelamin laki-laki. Sedangkan jika kromosom X dari perempuan bertemu kromosom X dari laki-laki akan menciptakan jenis kelamin perempuan. Hal ini tidak ada hubungannya dengan daging dan sayuran.

Mitos-mitos dalam ulasan ini hanyalah segelintir dari banyaknya mitos kehamilan yang beredar di masyarakat. Sebenarnya dalam islam, mitos- mitos tersebut tidak benar adanya. Sebelum terlanjur menerapkan mitos kehamilan yang belum diketahui kebenarannya, sebaiknya ibu mengetahui fakta dibaliknya. Ketahui juga part satunya disini yang akan mengulas mitos lainnya seputar kehamilan.

No Responses

Write a response