mitos seputar kehamilan

Kupas Tuntas Mitos Seputar Kehamilan (Part 1)

Momen kehamilan adalah suatu awal kehidupan yang tentunya banyak mengundang pertanyaan dan mitos. Mitos seputar kehamilan berkembang di masyarat dan menjadi patokan apa yang boleh dan tidak boleh untuk ibu hamil. Bahkan sebagian besar mitos tersebut bersifat turun-temurun sehingga banyak ibu hamil yang telah menerapkannya.

mitos seputar kehamilan

Sebaiknya pada masa kehamilan, ibu mengetahui informasi seputar kehamilan yang benar, berdasarkan fakta, dan bukan hanya sekedar mitos. Hal ini dimaksudkan agar ibu hamil tidak salah dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak hal yang perlu ibu hamil ketahui tentang mitos seputar kehamilan.

Simaklah beberapa fakta dan mitos seputar kehamilan dalam ulasan dibawah ini. Jangan terjebak mitos yang dilarang saat hamil.

1. Mitos Mengonsumsi Air Kelapa Hijau Dapat Menyebabkan Kulit Bayi Putih dan Bersih.

Faktanya?
Air kelapa hijau memang memiliki banyak kalori yang diperlukan untuk energy dan tenaga saat proses persalinan. Air kelapa hijau juga mengandung banyak ion elektrolit yang berguna untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi pada ibu hamil. Kandungan elektrolit ini juga dapat menggantikan elektrolit yang keluar jika ibu hamil mengalami muntah.

Elektrolit dan antioksidan juga dapat membersihkan dan menjernihkan air ketuban. Kedua zat itu dapat memebersihkan lendir dan kotoran pada ketuban. Air kelapa hijau juga mengandung elektrolit seperti riboflavin, natrium, magnesium, dan klorida yang dapat melindungi tekanan darah agar tetap normal.

Walaupun mitos seputar kehamilan ini tidaklah buruk bagi ibu hamil dan janinnya, kandungan dalam air kelapa hijau tidak ada hubungannya dengan kulit bayi. Salah satu mitos tentang ibu hamil ini tidaklah benar.

2. Mitos Berhubungan Intim Dapat Mengganggu Kehamilan.

Faktanya?
Hubungan seksual sebenarnya tidak akan mengganggu kehamilan karena janin akan terlindungi oleh lendir mulut Rahim yang tebal, otot Rahim yang kuat, dan kantong ketuban. Orgasme juga tidak akan membahyakan kehamilan karena kontraksi otot pada saat orgasme berbeda dengan kontraksi otot saat melahirkan. Anda tidak perlu khawatir selama kehamilan tidak mengalami kelainan.

Namun tanyakan dahulu kepada dokter bagi ibu hamil yang rentan mengalami pendarahan pada vagina, kelahiran bayi premature, dan keguguran yang tidak diketahui penyebabnya. Kemungkinan dokter akan menganjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual. Yang perlu ibu hamil waspadai adalah infeksi penyakit seksual yang menular. Jika ibu hamil terinfeksi HIV, herpes, kutil, dan klamidia, kemungkinan besar bayi akan terinfeksi juga.

3. Mitos Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Ikan Nanti Bayinya Berbau Amis.

Faktanya?
Faktanya ikan adalah sumber protein yang baik untuk tubuh. Tentu saja salah satu mitos seputar kehamilan ini tidaklah benar. Ikan mengandung protein, zat besi, dan zinc yang baik untuk kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin. Selain itu, ikan juga mengandung asam lemak omega 3 dan DHA (asam dokoheksanoat) yang bagus untuk perkembangan otak bayi.

mitos seputar kehamilan

Namun, memang ada beberapa jenis ikan yang dilarang untuk ibu hamil. Jenis ikan yang dilarang untuk ibu hamil adalah ikan predator yang mengandung merkuri tinggi. Misalnya, tilefish, king mackerel, swordfish, dan ikan hiu tidak boleh untuk ibu hamil. Jenis ikan ini sebenarnya jarang ditemukan di Indonesia.

Bagaimana dengan ikan salmon, tuna, dan sarden?

Ikan-ikan ini memang mengandung merkuri tapi dalam jumlah yang sedikit sehingga ibu hamil masih bisa mengonsumsinya asal tidak terlalu banyak dan sering. Jika terlalu sering, merkuri akan menumpuk pada darah ibu hamil sehingga dapat merusak otak dan sistem syaraf bayi.

4. Mitos Bila Perut Ibu Membulat, Berarti Bayinya adalah Perempuan

Faktanya?
Bentuk perut ibu hamil baik bulat maupun lonjong tergantung pada poisisi janin dalam perutnya. Jika janin dalam posisi melintang, perut ibu hamil akan terleihat melebar. Namun, jika posisi janin memanjang, perut ibu akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung volume air ketuban dan elastisitas otot.

Pada kehamilan anak pertama, perut ibu hamil biasanya akan membulat karena ototnya masih kencang. Namun, ibu yang telah melahirkan beberapa kali biasanya bentuk perut akan menurun karena otot yang sudah kendur. Sedangkan pada ibu hamil yang memiliki banyak air ketuban, perutnya akan tampak besar dan bulat.

5. Mitos Larangan Naik Pesawat Bagi Ibu Hamil

Menurut mitos, naik pesawat akan meningkatkan komplikasi pada ibu hamil karena radiasi yang disebabkan oleh mesin pemindai bandara dan tempat ketinggian. Faktanya, mesin pemindai tubuh di bandara dan tempat ketinggian memang memancarkan radiasi, tapi radiasi tersebut sangatlah kecil dan tidak mampu menembus tubuh.

Oleh karena itu, ini tidak akan mengganggu bayi yang berada dalam kandungan. Namun, mitos atau fakta seputar kehamilan mengenai ibu hamil tidak boleh naik pesawat tidak sepenuhnya salah. Saat terbaik terbang adalah pada usia kehamilan 14 hingga 27 minggu.

Pada usia kehamilan 14 minggu, ibu hamil lebih kuat dan sudah melewati masa-masa mual. Sebelum, usia kehamilan 14 minggu, ibu hamil sebaiknya tidak naik pesawat. Di usia awal kehamilan, ibu hamil masih mengalami mual dan muntah. Selain itu, risiko keguguran juga masih tinggi di awal kehamilan.

6. Mitos Gerhana Bulan Akan Membuat Bibir Bayi Sumbing

Faktanya?
Meski mitos gerhana bulan terhadap kehamilan dipercayai oleh banyak adat dan budaya termasuk Jawa, ternyata tidak ada bukti ilmiah yang dapat membuktikannya. Salah satu mitos mengatakan bahwa gerhana bulan dapat menyebabkan bibir bayi menjadi sumbing. Ternyata mitos ini berasal dari bangsa Aztec. Bangsa Aztec percaya bahwa gerhana adalah gigitan pada wajah bulan. Jadi jika ibu hamil berada di luar rumah dan melihat gerhana bulan, hal yang sama akan terjadi pada bayinya.

mitos seputar kehamilan

Untuk menghindarinya, ibu harus membawa logam berupa peniti di celana dalamnya. Ibu juga dilarang untuk menyentuh perutnya selama gerhana berlangsung. Mitosnya, hal ini akan menyebabkan bayi dengan tanda lahir.
Padahal bibir sumbing disebabkan oleh faktor genetic dan faktor lingkungan. Oleh karena itu, gerhana bulan dan bayi bibir sumbing tidak ada sangkut pautnya.

7. Mitos Jika Ngidam Ibu Hamil Tidak Dipenuhi, Bayinya akan Sering Berliur atau “Ileran”

Faktanya?
Ibu hamil yang mengidam merupakan hal yang wajar. Keinginan mengecap makanan tertentu bisa datang kapan saja bahkan pada tengah malam. Tak jarang makanan yang diinginkan pun sulit untuk dicari. Menurut M Nurhadi Rahman, dokter kandungan dari RS Dr Sadjito Yogyakarta, ngidam dan anak ileran adalah murni hanya mitos.

Namun, selama itu masih dalam batas wajar, tidak ada salahnya untuk menyenangkan ibu hamil. Yang perlu diperhatikan adalah makanan yang ibu idamkan jangan sampai menimbulkan masalah untuk janin. Sebenarnya masalah ngidam pada ibu hamil ini masih menjadi perdebatan para ahli.

Namun, ada juga yang percaya bahwa ngidam terjadi akibat perubahan hormone tubuh. Misalnya, ibu hamil mengidam eskrim. Sebenarnya ibu hamil tidak ingin eskrimnya tapi lemak, karbohidrat, dan gula yang ada dalam eskrim.

Mitos-mitos diatas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya mitos seputar kehamilan yang beredar di masyarakat. Sebelum anda mengikuti mitos yang tidak diketahui kebenarannya, lebih baik anda mengetahui fakta yang sebenarnya. Fakta sebenarnya akan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya termasuk pantangan ibu hamil.

No Responses

Write a response