Ingin Persalinan Lancar?? Hindari Pantangan Ibu Hamil Berikut Ini

Ingin Persalinan Lancar?? Hindari Pantangan Ibu Hamil Berikut Ini

Perkembangan dan pertumbuhan janin sangatlah rentan terhadap faktor turunan dan pola kebiasaan anda yang dapat mengganggu janin. Pantangan ibu hamil perlu diketahui untuk menghindari makanan pantangan bagi ibu hamil dan kebiasaan-kebiasaan yang dilarang dilakukan oleh ibu hamil. Oleh karena itu, jika ingin persalinan lancar, hindari pantangan ibu hamil berikut ini.

pantangan ibu hamil

Saat hamil muda atau trimester pertama, ibu hamil perlu mengetahui pantangan pada masa kehamilan karena ibu memiliki risiko tinggi mengalami keguguran. Ditambah, ibu hamil muda biasanya masih bingung apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi atau dilakukan oleh ibu hamil.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari segi saran dan pantangan ibu hamil yang dapat menjadi pertimbangan terutama yang berhubungan dengan konsumsi makanan tertentu dan aktivitas sehari-hari.

1. Kelebihan Berat Badan

Kelebihan berat badan adalah salah satu larangan ibu hamil. Ketika masa kehamilan, memang anda membutuhkan kalori tapi dalam porsi dan jumlah yang tepat. Hal ini untuk menghindarkan masalah obesitas bagi anda yang sedang hamil.

Overwight atau kelebihan berat badan adalah status gizi dimana indeks masa tubuhnya adalah 25,1 – 27 kg/m2. Sedangkan seseorang dikatakan obesitas jika indeks masa tubuhnya sudah melebihi 27 kg/m2.

Ibu hamil yang mengalami obesitas akan meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan tinggi dan bahkan mengalami diabetes. Kemudian, ibu hamil juga berisiko mengalami preeclampsia yaitu adanya protein dalam urin ibu hamil dan tekanan darah yang tinggi.

Kelebihan berat badan juga dapat memperlambat kelahiran, meningkatkan peluang untuk melahirkan secara sesar, mengalami infeksi terutama infeksi pada saluran urin, masalah ketika melahirkan, dan bahkan keguguran. Akan tetapi bukan berarti anda harus menurunkan berat badan yang malah akan mengurangi nutrisi bagi kandungan janin.

Menurunkan berat badan saat kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi dan gangguan. Menurut Institute of Medicine, berat badan ibu hamil haruslah meningkat tapi disesuaikan dengan status gizi yang dimilikinya.

Misalnya, ibu yang kekurangan berat badan dianjurkan untuk menaikan berat badan 12 hingga 18 kilogram. Ibu yang memiliki berat badan ideal harus meningkatkan berat badan 11 sampai 15 kilogram. Ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan atau indeks masa tubuh 25-27 kg/m2 harus menaikan berat badan sekitar 6 sampai 11 kilogram. Sementara ibu yang obesitas dengan indeks masa tubuh lebih dari 25-27 kg/m2 harus menaikan berat bdan sekitar 4-9 kilogram.

2. Mengonsumsi daging yang tidak matang

Masakan yang biasanya dapat dikonsumsi setangah matang adalah susu, telur, daging ayam dan sapi, dan juga seafood. Makanan-makanan tersebut tidak boleh dikonsumsi untuk ibu hamil karena mengandung bakteri salmonella. Makanan-makanan tersebutpun berisiko mengandung bakteri Toxoplasma.

pantangan ibu hamil

Jika mengonsumsinya, ibu hamil berisiko mengalami infeksi bakteri yang akan membahayakan janinnya. Ibu bisa mengalami gejala hampir mirip seperti flu seperti pusing, lemas, dan pembengkakan pada leher. Ibu juga bisa mengalami keracunan dengan gejala mual, muntah, diare, dan terdapat darah dalam kotoran.

Ini dapat menyebabkan dehidrasi yang berefek buruk pada kandungan janin karena akan mengganggu perkembangannya. Untuk janin, gangguan yang ditimbulkan dapat mempengaruhi perkembangan otak, penglihatan, dan organ lainnya. Dalam kasus yang ekstrim, ibu dapat mengalami keguguran karena infeksi bakteri.

Pastikan semua masakan yang diolah sudah matang. Hindari juga makanan atau produk yang diperkirakan terbuat dari telur mentah seperti mayones dan eskrim.

3. Merokok dan Mengonsumsi Minuman Keras

Merokok saat masa kehamilan dapat menyebabkan bayi yang lahir memiliki berat badan dibawah rata-rata. Kondisi itu sangat tidak baik dan berbahaya bagi bayi karena akan menurunkan kemampuannya dalam belajar di masa depan. Selain itu, anak anda akan memiliki kecenderungan nikotin. Hal ini akan membuat anak merokok bahkan dalam usia yang masih dini.

Mengonsumsi minuman keras pun dilarang untuk ibu hamil. Mengonsumsi alcohol pada masa kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan sindrom alcohol janin. Tanda-tandanya adalah bayi akan mengalami kelainan perilaku, pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat, ketidakmampuan untuk belajar, dan juga memiliki berat badan yang rendah.

Jika anda memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol sebelum kehamilan, sebaiknya anda menghindari kebiasaan tersebut pada masa kehamilan terutama trimester pertama. Pada trimester pertama, janin sedang mengalami pembentukan sistem saraf. Anda juga mungkin membutuhkan bantuan dokter untuk berhenti. Kemudian, jangan ragu untuk meminta bantuan orang-orang terdekat dan pertolongan medis jika anda susah menghentikan kebiasaan tersebut.

4. Aroma Bahan Kimia

Terdapat beberapa bahan kimia yang perlu diperhatikan paparannya pada ibu hamil. Aroma Cat dinding misalnya. Cat dinding mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kehamilan. Oleh karena itu, anda harus memilih cat dinding yang berbahan dasar air atau latex daripada cat yang berbahan dasar minyak. Hindari juga memasuki ruangan yang baru dicat minimal 2 hari setelahnya untuk terhindar dari baunya. Buka jendela di ruangan yang baru dicat agar ventilasi udaranya baik.

Aroma cairan pembersih juga cukup berbahaya bagi ibu hamil. Beberapa cairan pembersih cukup berbahaya bagi ibu hamil. Yang harus anda lakukan adalah membaca kemasan dan peringatan apakah cairan didalamnya toksik. Terdapat beberapa senyawa kimia dalam cairan pembersih yang memiliki efek toksik.

Glycol yang biasanya terdapat dalam pembersih kompor dan jendela yang dapat menyebabkan keguguran. Phenol dapat merusak organ-organ pada janin dan bahkan menyebabkan kematian janin. Amonia dapat menyebabkan mual dan mutah pada ibu hamil.

Aroma Cat kuku juga tidak bagus untuk ibu hamil. Terdapat dua bahan kimia dalam cat kuku yang dapat mebahayakan ibu hamil. Formaldehide yaitu cairan yang dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru ibu hamil. Toluen yang juga dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

5. Susu yang tidak Dipasteurisasi

Susu yang mentah menjadi pantangan ibu hamil karena belum melaui proses pasteurisasi. Proses tersebut melibatkan suhu panas yang dapat mematikan bakteri jahat dalam susu. Jika ibu hamil ingin mengonsumsi susu, sebaiknya ibu memeriksa kemasan terlebih dahulu apakah susu sudah melalui proses pasteurisasi atau belum.

pantangan ibu hamil

Susu yang belum melalui proses pasteurisasi berisiko mengandung bakteri listeria yang dapat menyebabkan berbagai penyakit serius dan keguguran. Namun, jika anda sudah terlanjur membeli susu yang tidak ada label “dipasteurisasi”, anda masih bisa mengonsumsinya namun harus dierubus terlebih dahulu.

6. Sauna atau Berendam Air Panas

Sebaiknya ibu hamil menghindari ruangan atau lingkungan yang bersuhu panas. Suhu air panas untuk berendam adalah sekitar 38,9 derat celcius. Jika ibu hamil berendam selama 10 hingga 20 menitan, suhu tubuh ibu hamil akan mengalami peningkatan menyesuaikan kondisi sekitar. Suhu tubuh akan meningkat karena didalam air tubuh tidak akan bisa mengeluarkan keringat. Hal ini akan menyebabkan hipertemia pada ibu hamil.

Ketika ibu hamil mengalami hipertemia, ia akan mengalami tekanan darah yang menurun. Jika tekanan darah menurun, ini akan menghambat distribusi oksigen dan zat gizi bagi janin. Kekurangan zat gizi dan oksigen pada janin dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah dan cacat. Bahkan, penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dua kali lipat berisiko mengalami keguguran jika melakukan sauna atau berendam air panas. Apalagi pada trimester pertama.

7. Membersihkan Kotoran Kucing

bersihkan kotoran kucing

Kotoran adalah habitat yang baik bagi parasite, kuman, dan bakteri yang tidak baik untuk ibu hamil. Infeksi parasite dan bakteri ini mungkin awalnya tidak akan disadari dan dirasakan oleh ibu. Akan tetapi, infeksi bakteri ini akan meningkatkan risiko keguguran atau bayi lahir dalam keadaan meninggal. Namun, jika bayi lahir dalam kedaan selamat, bayi bisa mengalami penyakit kejiwaan atau kejang.

Ibu yang sering membersihkan kotoran kucingpun berisiko tinggi terkena tokso. Jangan sepelekan virus ini karena dapat menyebabkan janin mati dalam kandungan. Selain itu, bayi yang dilahirkanpun ditakutkan mengalami cacat bawaan yaitu kerusakan mata. Hal itu dikarenakan penyakit tokso yang dapat menginfeksi mata bayi dan menimbulkan kerusakan. Jika virus tersebut telah sampai pada otak bayi, virus tersebut juga dapat membuat kerusakan pada otak.

Demikianlah beberapa pantangan ibu hamil dalam ulasan “Hindari pantangan ibu hamil berikut ini” . Ibu hamil perlu memperhatikan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi atau dilakukan. Oleh karena itu, beberapa larangan dan pantangan perlu dipatuhi untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Selain itu, lakukanlah olahraga untuk ibu hamil untuk menjaga kesehatan dan kebugaran anda dan si calon buah hati.

No Responses

Write a response