penyakit pada bayi

5 Macam Penyakit Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya

Penyakit pada bayi janganlah dianggap sepele karena beberapa masalah kesehatan tertentu justru bisa merenggut nyawa bayi anda. Sang bayi belum memiliki kekuatan yang sempurna bila dibandingkan orang dewasa. Selain itu, bayi sangat rentan untuk terkena penyakit. Kondisi ini disebabkan oleh geografis Indonesia yang merupakan negara beriklim tropis yang menyebabkan variasi organisme penyakit lebih beragam.

Diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai penyakit bayi dan cara mengatasinya agar orang tua mengetahui bagaimana cara mencegah dan menangulangi penyakit bayi tersebut. Beberapa penyakit bayi yang dianggap ringan bahkan bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa sang bayi jika tidak cepat ditangani. Ulasan kali ini akan membahas penyakit pada bayi dan cara mengatasinya.

Berikut ini 5 macam penyakit pada bayi yang sering terjadi dan cara Bunda mengatasinya tanpa harus pergi ke dokter.

1. Pilek

penyakit pada bayi

Belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan si kecil mudah terserang penyakit termasuk pilek. Selain itu, pilek adalah penyakit pada bayi usia 0-6 bulan. Terdapat 200 jenis lebih virus dan bakteri yang dapat menyebakan pilek pada bayi.

Pilek ditandai dengan keluarnya cairan bening dari hidung yang dapat berubah kehijauan atau kekuningan setelah satu minggu. Kemungkinan disertai sedikit demam atau batuk. Umumnya, bayi masih mau bermain secara normal dan masih mau makan.

Lalu, apa tindakan yang bisa anda lakukan untuk menangulangi pilek pada si kecil? Untuk mengurangi gejala hidungnya yang tersumbat, tempatkan bayi di ruangan tanpa AC. Jika bayi lebih nyaman di ruangan ber-AC, manfaatkan uap air panas atau gunakan mesin pelembab udara. Anda pun bisa menambahkan minyak essensial seperti mentol.

Apabila pilek sudah mengganggu rutinitas si kecil coba teteskan air garam ke ujung lubang hidunya untuk mengencerkan lendir. Lalu untuk membersihkan hidungnya, gunakan alat penyedot ingus. Kemudian, tepuk punggung bayi secara perlahan untuk meringankan pernafasannya yang tersumbat. Biarkan bayi duduk dengan condong ke arah depan dan baringkan bayi dengan posisi tengkurap.

Untuk menghindari timbulnya iritasi, anda bisa mengoleskan jel di bagian luar hidung. Selain itu, bersihkan pula ingus yang berkerak pada hidung bayi dengan kapas yang telah dibasahi air hangat. Selain itu, anda dapat memberikan teh hangat untuk bayi diatas usia 6 bulan untuk membantu meredakan hidung tersumbatnya.

2. Ruam Popok

Ruam popok adalah radang kulit yang biasanya terjadi di area kulit yang ditutupi popok. Penyebab ruam popok adalah karena kulit sering terkena tinja dan air seni yang ada pada popok. Hal inilah yang menyebabkan kulit mengalami ruam kemerahan dan terkadang disertai bintil- bintil.
Ruam popok adalah salah satu penyakit pada bayi dan pengobatannya adalah dengan mengeringkan pantat bayi dengan kain yang lembut. Kemudian, oleskan kulit bayi dengan salep kulit khusus untuk ruam popok bayi. Hindari pemakaian bedak bayi dan sabun mandi yang mengalami ruam. Hal itu justru malah memperparah penumpukan kotoran pada kulit. Jika ruam popok meluas ke daerah lain dan bayi mengalami kesakitan atau menjadi rewel, segera bawa ke dokter atau puskesmas terdekat.
Cara mencegah ruam popok adalah dengan menghindari penggunaan popok atau celana dari bahan nilon, wol, karet, dan plastik. Selain itu, hindari bahan lain yang sulit menyerap cairan dan mengikat popok terlalu kuat.

3. Dermatitis Seborrheic (Seboroik)

penyakit pada bayi

Dermatitis Seborrheic adalah salah satu penyakit yang sering menyerang pada bayi dibawah usia 9 bulan. Penyakit kulit ini dapat menyebabkan timbulnya sisik pada bagian wajah, kulit kepala, dan tubuh lainnya. Penyebab utama dermatitis seborrheic adalah jamur malassezia.
Faktor penyebab lainnya belum diketahui secara pasti karena banyak penyebab dermatitis seborrheic muncul. Namun, penyakit kulit ini bisa dikaitkan dengan sistem imun bayi yang lemah, kebiasaan menggaruk kulit, dan pengaruh cuaca.

Contoh kasus penyakit pada anak dan bayi yang mengalami dermatitis seborrheic adalah ditandai dengan kulit yang kemerahan, terasa gatal- gatal, kulit yang bersisik atau berkerak berawarna putih atau kuning, dan munculnya ketombe. Cara mengetasi dermatitis seborrheic adalah dengan memberikan krim atau shampoo yang dianjurkan dokter. Dikarenakan kulit bayi lebih sensitif, sebaiknya anda berkonsultasi pada dokter spesialis.

4. Biang Keringat (Millaria)

penyakit pada bayi

Biang keringat pada bayi mungkin telah dianggap biasa bagi sebagian besar orang tua. Namun, bukan berarti anda harus berdiam diri jika bayi anda mengalami hal ini. Penanganan pada biang keringat harus anda lakukan sedini mungkin. Jika tidak, kulit bayi anda akan semakin bermasalah.

Biang keringat biasanya muncul karena udara yang terlalu panas atau udara yang terlalu panas. Keringat yang berlebih pada bayi menyebabkan keringat susah keluar sehingga munculah biang keringat.

Biang keringat adalah tanda penyakit kulit pada bayi yang ditandai dengan bintik- bintik merah, rasa gatal, dan tak jarang menimbulkan rasa sakit pada kulit bayi. Masalah kulit ini bisa terjadi pada bagian tubuh bayi manapun tapi yang paling terjadi adalah pada bagian leher, paha, dada, punggung, dan wajah.

Biang keringat pada bayi dapat terlihat jelas dengan ditandai munculnya bintik- bintik, kulit kemerahan, rasa gatal, dan terkadang benjolan yang berisi air. Jika bintik merah tersebut digaruk, hal itu bisa menimbulkan iritasi dan lecet pada kulit.

Biang keringat adalah salah satu penyakit bayi baru lahir dan cara mengatasinya adalah dengan mengoleskan lotion atau bedak yang dingin untuk mengurangi rasa gatal pada kulit, mengenakan baju yang berbahan lembut dan longgar, dan menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas.

5. Penyakit Kuning

penyakit pada bayi

Salah satu penyakit pada bayi baru lahir yang dapat membuat orang tua cemas adalah penyakit kuning atau kondisi kuning. Penyakit kuning memang lumrah bagi seorang bayi, tapi karena ketidak tahuan orang tua mengenai penyakit ini bisa membuat mereka khawatir dan panik. Walaupun termasuk penyakit yang biasa terjadi, penyakit kuning yang bersifat patologis harus diketahui oleh dokter anda supaya sang bayi mendapatkan perawatan dan pengobatan yang intensif.

Jika penyakit ini disepelekan atau tidak segara diatasi, penyakit bisa berbahaya terutama untuk bagian otak bayi. Lebih lanjut, penyakit kuning bisa menyebabkan bayi kejang- kejang dan gangguan otak lainnya.

Lalu, apa saja cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi penyakit kuning? Berikan ASI atau cairan sebanyak- banyaknya pada bayi anda. Selain itu, jemur bayi di bawah matahari sekitar pukul 06.30 hingga 07.30. Lindungi mata bayi agar tidak silau terkena sinar matahari langsung.

Kemudian, perhatikan kondisi bayi anda apakah tangisannya sering kurang kuat, tidak mau menyusui, tidak aktif, atau tampak lebih lemas. Jika hal itu terjadi, periksakan bayi ke dokter atau puskesmas.

Poin-poin dalam ulasan ini adalah macam penyakit pada bayi dan cara mengatasinya. Penyakit tersebut memang biasa terjadi pada bayi. Namun, jika penyakit tak kunjung sembuh dan kondisi bayi semakin parah, disertai dengan gejala muntah dan diare, sebaiknya bawa bayi anda ke dokter. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyakit yang lebih parah dan serius.

Biasanya penyakit- penyakit bayi diatas ditandai dengan tanda-tanda bayi sedang tidak sehat sehingga anda perlu mengetahuinya juga. Selain itu, ketahui perut kembung pada bayi yang juga merupakan penyakit lumrah dan umum pada bayi. Baca juga 5 Obat Sakit Gigi Alami Untuk Anak.

No Responses

Write a response