penyebab diare pada bayi

Hindari 5 Penyebab Diare Pada Bayi Berikut Ini

Diare adalah penyakit atau masalah kesehatan yang rentan dialami oleh bayi, balita, dan anak- anak. Jika masalah kesehatan ini tidak cepat diatasi, akibatnya bisa berbahaya. Oleh karena itu, para ibu harus mengetahui ciri- ciri, cara, dan penyebab diare pada bayi.

Umumnya, pada bayi 0-2 bulan, frekuensi buang air besarnya sering karena masih dalam periode ASI eksklusif. Bentuk feses akan tergantung pada kandungan air dalam feses. Selama bayi bertambah berat badan secara normal, keadaan tersebut tidak bisa disebut diare. Kondisi tersebut hanya disebut sebagai intoleransi laktosa akibat belum sempurnanya saluran cerna.

Warna BAB bayi yang normal adalah kuning kehijauan. Pada bayi, warna feses juga tergantung pada asupan makanannya. Namun, perlu diperhatikan jika feses mengandung darah.

Lalu, apa saja penyebab diare pada bayi? Simak ulasannya!

1. Turunnya Daya Tahan Tubuh

Salah satu penyebab diare pada bayi adalah daya tahan tubuhnya yang rendah. Ibu yang tidak menyediakan ASI hingga 2 tahun akan menyebabkan bayi memiliki daya tahan tubuh yang tidak sempurna. Hal ini dikarenakan ASI mengandung antibodi yang akan meningkatkan daya imunitas tubuh bayi.

Bayi yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi terutama dalam kondisi gizi buruk akan memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Hal ini akan menyebabkan sang bayi mudah terserang penyakit, termasuk diare. Selain itu, bayi yang memiliki daya imun rendah akan mudah terserang infeksi virus seperti HIV dan campak.

2. Infeksi

Penyebab diare pada bayi berikutnya adalah infeksi bakteri, parasit, dan virus. Infeksi dapat disebarkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi dan kontak dengan tinja si penderita. Siklus penyebaran kuman dapat melalui Finger (jari tangan), Fomites (peralatan makan), Food (makanan), Flies (lalat), dan Feces (Tinja). Si kecil yang sering menyentuh benda yang belum tentu bersih akan mudah terkena infeksi penyebab diare pada bayi jika ia sering melakukan tangannya ke mulut.

3. Antibiotik

Jika bayi anda sedang mendapatkan perawatan antibiotik dan menjadi sering buang air besar, diare ini mungkin disebabkan oleh perawatan yang sedang dijalani. Antibiotik ini dapat membasmi bakteri jahat dan juga bakteri baik pada usus. Adapun antibiotik yang mungkin dapat menyebakan diare.

Sebenarnya, hampir semua antibiotik dapat menyebakan diare, kolitis pseudomembran dan kolitis. Namun, antibiotik yang paling sering dikaitkan dengan diare adalah clindamisin, cephalosporin seperti Cefixime dan cefpodoxime, penisilin seperti amoksillin dan ampisillin, dan floroquinolon seperti ciprofloxacin dan levofloxacin. Berkonsultasilah dengan dokter atau ahli medis lainnya jika bayi anda mengalami gejala diare akibat antibiotik.

4. Makanan dan Minuman

Mengonsumsi terlalu banyak jus terutama jus buah akan menyebabkan bayi menjadi diare. Jus buah mengandung fruktosa dan sorbitol yang tinggi yang dapat memicu masalah kesehatan ini. Selain itu, diare pun bisa disebabkan karena bayi sering mengonsumsi minuman manis.

Terdapat beberapa makanan yang mungkin dapat memicu dan memperparah kondisi diare pada anak. Misalnya, buah jeruk. Memang jeruk memiliki banyak manfaat kesehatan karena vitamin C yang dikandungnya. Namun, buuah ini bisa menjadi penyebab diare apalagi jika bayi memakannya dalam keadaan perut kosong. Zat asam yang terkandung dalam jeruk dipercaya dapat mengacaukan pencernaan dan juga mengiritasi lambung.

5. Faktor Perilaku dan Lingkungan.

Diare atau mencret adalah penyakit yang disebabkan oleh lingkungan dan perilaku manusia yang tidak sehat. Faktor utamanya adalah kontaminasi air oleh feses yang mengandung bakteri diare. Terdapat beberapa perilaku ibu yang dapat menyebabkan bayi mengalami mencret.

Salah satu pemicu diare adalah jika ibu menyimpan makanan pada suhu kamar dan tidak menutupnya dengan baik. Hal itu dapat menyebabkan makanan terkontaminasi oleh infeksi bakteri dan virus. Selain itu, ibu yang menggunakan botol susu berpeluang besar memiliki bayi yang mengelami diare. Hal ini dikarenakan botol susu biasanya sulit dibersihkan.

Kemudian, bayi yang mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) kurang dari usia 6 bulan rentan terkena diare karena hal ini dapat mempercepat bayi kontak dengan kuman. Perilaku lain yang dapat memicu penyebab diare pada bayi 0-6 bulan adalah ibu membuang tinja termasuk tinja bayi sembarangan.

Ibu yang tidak mencuci tangan setelah buang air besar atau memberishkan tinja anak pun dapat menyebakan bayi rentan terkena diare. Lalu, ibu yang memberikan air yang telah terkontaminasi pada bayinya.

Setelah mengetahui penyebab diare, ibu perlu mengetahui ciri-ciri diare pada bayi agar dapat melakukan tindakan pencegahan. Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan dan mengalami diare, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Apalagi jika bayi mengalami ciri- ciri terlihat lesu, mengalami muntah- muntah, terdapat darah atau nanah pada feses bayi, demam diatas 39 derajat Celcius, sakit perut, dan adanya tanda- tanda dehidrasi.

Ketika bayi mengalami diare, keseimbangan elektrolit dan air dalam tubuhnya sedang terganggu. Keadaan ini dapat memicu terjadinya dehidrasi yang dapat merenggut nyawa dan menimbulkan efek bahaya diare pada bayi selanjutnya. Oleh karena itu, ibu perlu mengetahui ciri- ciri ketika bayi mengalami dehidrasi.

Salah satu tanda dehidrasi adalah tidak ada air mata yang keluar sangat menangis. Kemudian, kulit yang terasa lebih kering, buang air kecil yang lebih sedikit, dan kondisi mulut yang kering adalah tanda dehidrasi lainnya.

Pastinya ibu tidak ingin bayi mengalami diare bukan? Karena itu, ketahui cara mencegah diare pada bayi berikut. Jika bayi mengalami diare akibat meminum susu formula tertentu, berikanlah susu formula dengan merek lain. Anda bisa memulainya dengan memberikan sejumlah kecil susu formula dan tunggu reaksi dari pencernaan bayi. Bila bayi anda memang tidak bisa mendapatkan susu formula, jangan paksakan hal itu.

Apabila bayi mengalami diare akibat intoleransi makanan atau alergi, cari tahu makanan apa saja yang dapat menyebabkan bayi anda diare. Kemudian, pastikan anda selalu mencuci tangan sebelum mengangani bayi anda. Selain itu, bersihkanlah benda seperti mainan yang biasa bayi anda sentuh setiap hari.

Jadikan pula lingkungan rumah, lingkungan tempat bermain, dan lingkungan tempat tidur yang sehat dan bersih untuk bayi anda. Menjaga kebersihan adalah inti dari menghindari kontaminasi bakteri dan virus penyebab diare. Jika bayi anda menggunakan dot botol susu, bersihkanlah botol secara teratur. Benda ini akan menempel langsung pada mulut bayi sehingga merupakan faktor penyebab diare yang juga potensial.

Demikianlah penyebab diare pada bayi yang perlu ibu ketahui. Jika bayi anda sudah terlanjur mengalami diare, baca ulasan selanjutnya mengenai diare pada bayi agar masalah kesehatan tersebut tidak menimbulkan dampak yang lebih berbahaya pada anak anda. Atau, jika anda sedang menjalani program penurunan berat badan, ketahui diet mayo untuk ibu menyusui, apakah itu diperbolehkan atau tidak?

No Responses

Write a response